hujan salju

Kamis, 07 November 2013



Kembar namun beda
Hidup dengan terlahir kembar tidak selalu merasa senang. Apalagi dengan sifat yang tidak sama. Randa dan Randi adalah saudara kembar.Wajah, suara, dan gaya bicara mereka sangat mirip. Sejak kecil model baju,sepatu,dan tas mereka selalu sama. Hanya warnanya saja yang berbeda. Mereka berdua sangat kompak sekali.Jadi ,membuat orang bingung untuk membedakan sosok keduanya, mana yang Randa dan yang mana Randi.Tapi yang membuat mereka berbeda adalah karakteristik keduanya ,Randa yang dominan denagan karakter pemalas sedangkan Randi bersifat rajin.Tapi akhir-akhir ini Randa merasa semakin berbeda dengan Randi.Karena Randi selalu juara kelas sedangkan Randa tidak.
Saat Randa tengah duduk dikelas, tiba-tiba ia ditegur oleh sosok yang tak asing lagi baginya, “Randa kapan kamu jadi juara kelas seperti saudara kembarmu Randi?” . pertanyaan sosok itu sangat membuat Randa merasa sangat berbeda dengan saudaranya itu. Randa hanya terdiam dan mencerna perkataan temannya itu, ia hanya bisa tersenyum dan menahan rasa malu  .Tetapi untunglah ada Syarah ,yang notabanenya adalah sahabatnya dari dulu. Syarah lah yang selalu mengerti dirinya selain saudara kembarnya itu.
      Tiba-tiba Syarah mengambil tangannya seraya tersenyum padanya. Ia sangat mengerti perasaan Randa, yang dari mimic wajahnya sangat tegang. Syarah sesegera mungkin mengajak Randa pergi ke kantin sekolah,”Ayo Randa ,kita ke kantin, aku pengen makan, sudah lapar ini, ”.ucap Syarah dengan mimic sedikit manja.
”ucapan Husnul tadi tidak usah dihiraukan ya,,,”.ucap Syarah mencoba menenangkan hati Randa yang sedari tadi sedih memikirkan peristiwa tadi.
“ iya,, tapi kenyataannya aku memang berbeda dengan Randi, jadi wajar mereka berkata seperti itu.” Ucapnya setengah melemas
“ semua insan di dunia ini tidak ada yang sama. Jadi kamu tidak ush berkecil hati seperti ini, santai saja.” Ucap Syarah mengembalikan situasi agar tenang.
“ iya,,, terima kasih banyak atas support nya,” ucapnya seraya tersenyum.
Akhirnya mereka melangkah pergi menjauhi sekolahnya. Langkah demi langkah mereka lalui dengan suka cita tak peduli apa yang telah terjadi hari ini. Hingga mereka terpisah karena senja  telah menyambut mereka.
        Saat senja berikutnya menyapa Randa, ia merasa ada yang berbeda. Hari ini ia tidak lagi bersama Syarah. Ia sekarang harus pergi ke Super market untuk belanja kebutuhan yang ibunya butuhkan. Dengan langkah lesu ia lalui desa demi desa karena jaraknya yang lumayan membutuhkan waktu ekstra. Saat kakinya menginjak lantai Super market itu, tiba-tiba ia bertemu dengan sosok yang taka sing lagi baginya.
            “ hay Randa.’ Sapa sosok itu yang tak lain adalah Rio teman sekelasnya
              iya hay juga.  Ada apa ya ?” Tanya lagi Randa dengan mimic wajah yang sedikit jutek merasa tak suka dengan kehadirannya.
            “ tidak apa-apa. Oh iya kenalin ini kakakku, namanya Raka. Kak kenalin ini Randa.” Ucap Rio memperkenalkan mereka keduanya.
            “ hay, randa.” Ucapnya pada Raka
            “ Raka.” Balasnya seraya melemparkan senyum.
            “ oh, kamu yang juara kelas itu ya?” Tanya Raka
            “ bukan kak, yang pintar itu Randi.” Ucap Rio
            Sementara Randa hanya terdiam, peristiwa seperti ini seperti mimpi buruk yang mematikannya. Selalu merasa beda meska sebenarnya sosoknya sama. Akhirnya ia berlalu meninggalkan mereka berdua.
       Sepulang dari supermarket, Randa memasuki kamarnya,Ia sangat jengkel,kesal dan marah karena ia selalu di beda-bedakan dengan saudara kembarnya(si Randi). Biasanya jika ia merasa kesal ia biasanya habiskan dengan menulis menuruti tarian penanya.sebait puisi ia ciptakan yang bertemakan dengan nuansa hatinya saat ini. Hal itulah yang juga menjadi hobinya saat ini. Tapi selain menulis ia juga sangat berbakat menggambar. Karya-karyanya yang indah itu seakan memiliki roh yang nyata. Tapi, ia tak pernah mempublikasikannya kepada redaksi, hanya tersimpan rapi dalam map biru bersama kumpulan karyanya yang lain yang juga eksotis. Ia tak pernah menganggapnya sebagai sesuatu yang lebih, ia merasa itu hanya sampah dari curahan hatinya yang tak bernilai.
          Setelah pagi menyambut, pintu kamarnya perlahan-lahan terbuka, memunculkan sosok yang tak asing baginya. Lalu pintu kamarnya terbuka dan mama masuk ke kamarnya Randa.Dan mama berkata”Eh,anak ibu yang ganteng,yang baik,yang sholeh sudah pulang”mama melihat Randa sambil tersenyum.”Tapi kenapa mukanya di tekuk?”Tanya mama sambil senyam-senyum.”Randa tidak suka punya saudara kembar.”Kata Randa sambil cemberut.”Tidak senang ?”.Tanya mama heran.”memangnya kenapa sayang?”Tanya mama. Habis orang-orang sering membanding-bandingkan Randa dan Randi.Apalagi banyak orang yang mengira kalau Randa itu Randi,si juara kelas ,Ujar Randa. Jangan dipikirkan anakku”,yang penting mama dan papa tidak membanding-bandingkan kalian berdua.”Kata mama dengan nada lembut.”Tapi ma,kenapa Randi mempunyai banyak kelebihan,sedangkan Randa……..?”kata Randa sambil menangis pilu.”Randa dengarkan mama,tiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan.”kata mama sambil memeluk randa.
       Walaupun sudah di hibur mama,randa tetap saja masih kesal dan marah pada randa.sekarang kalau berangkat atu pulang sekolah ia berjalan di depan atau di belakang randi.”randa kenapa sih tidak mau jalan sama-sama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar