Kembar
namun beda
Hidup
dengan terlahir kembar tidak selalu merasa senang. Apalagi dengan sifat yang
tidak sama. Randa dan Randi adalah saudara kembar.Wajah, suara, dan gaya bicara
mereka sangat mirip. Sejak kecil model baju,sepatu,dan tas mereka selalu sama. Hanya
warnanya saja yang berbeda. Mereka berdua sangat kompak sekali.Jadi ,membuat
orang bingung untuk membedakan sosok keduanya, mana yang Randa dan yang mana
Randi.Tapi yang membuat mereka berbeda adalah karakteristik keduanya ,Randa
yang dominan denagan karakter pemalas sedangkan Randi bersifat rajin.Tapi
akhir-akhir ini Randa merasa semakin berbeda dengan Randi.Karena Randi selalu
juara kelas sedangkan Randa tidak.
Saat
Randa tengah duduk dikelas, tiba-tiba ia ditegur oleh sosok yang tak asing lagi
baginya, “Randa kapan kamu jadi juara kelas seperti saudara kembarmu Randi?” .
pertanyaan sosok itu sangat membuat Randa merasa sangat berbeda dengan
saudaranya itu. Randa hanya terdiam dan mencerna perkataan temannya itu, ia
hanya bisa tersenyum dan menahan rasa malu .Tetapi untunglah ada Syarah ,yang notabanenya
adalah sahabatnya dari dulu. Syarah lah yang selalu mengerti dirinya selain
saudara kembarnya itu.
Tiba-tiba Syarah mengambil tangannya
seraya tersenyum padanya. Ia sangat mengerti perasaan Randa, yang dari mimic
wajahnya sangat tegang. Syarah sesegera mungkin mengajak Randa pergi ke kantin
sekolah,”Ayo Randa ,kita ke kantin, aku pengen makan, sudah lapar ini, ”.ucap
Syarah dengan mimic sedikit manja.
”ucapan
Husnul tadi tidak usah dihiraukan ya,,,”.ucap Syarah mencoba menenangkan hati
Randa yang sedari tadi sedih memikirkan peristiwa tadi.
“ iya,,
tapi kenyataannya aku memang berbeda dengan Randi, jadi wajar mereka berkata
seperti itu.” Ucapnya setengah melemas
“ semua
insan di dunia ini tidak ada yang sama. Jadi kamu tidak ush berkecil hati
seperti ini, santai saja.” Ucap Syarah mengembalikan situasi agar tenang.
“
iya,,, terima kasih banyak atas support nya,” ucapnya seraya tersenyum.
Akhirnya
mereka melangkah pergi menjauhi sekolahnya. Langkah demi langkah mereka lalui
dengan suka cita tak peduli apa yang telah terjadi hari ini. Hingga mereka
terpisah karena senja telah menyambut
mereka.
Saat senja berikutnya menyapa Randa, ia
merasa ada yang berbeda. Hari ini ia tidak lagi bersama Syarah. Ia sekarang
harus pergi ke Super market untuk belanja kebutuhan yang ibunya butuhkan.
Dengan langkah lesu ia lalui desa demi desa karena jaraknya yang lumayan
membutuhkan waktu ekstra. Saat kakinya menginjak lantai Super market itu,
tiba-tiba ia bertemu dengan sosok yang taka sing lagi baginya.
“ hay Randa.’ Sapa sosok itu yang tak lain adalah Rio
teman sekelasnya
“ iya hay
juga. Ada apa ya ?” Tanya lagi Randa
dengan mimic wajah yang sedikit jutek merasa tak suka dengan kehadirannya.
“ tidak apa-apa. Oh iya kenalin ini kakakku, namanya
Raka. Kak kenalin ini Randa.” Ucap Rio memperkenalkan mereka keduanya.
“ hay, randa.” Ucapnya pada Raka
“ Raka.” Balasnya seraya melemparkan senyum.
“ oh, kamu yang juara kelas itu ya?” Tanya Raka
“ bukan kak, yang pintar itu Randi.” Ucap Rio
Sementara Randa hanya terdiam, peristiwa seperti ini
seperti mimpi buruk yang mematikannya. Selalu merasa beda meska sebenarnya
sosoknya sama. Akhirnya ia berlalu meninggalkan mereka berdua.
Sepulang dari supermarket, Randa memasuki
kamarnya,Ia sangat jengkel,kesal dan marah karena ia selalu di beda-bedakan
dengan saudara kembarnya(si Randi). Biasanya jika ia merasa kesal ia biasanya habiskan
dengan menulis menuruti tarian penanya.sebait puisi ia ciptakan yang bertemakan
dengan nuansa hatinya saat ini. Hal itulah yang juga menjadi hobinya saat ini.
Tapi selain menulis ia juga sangat berbakat menggambar. Karya-karyanya yang
indah itu seakan memiliki roh yang nyata. Tapi, ia tak pernah
mempublikasikannya kepada redaksi, hanya tersimpan rapi dalam map biru bersama
kumpulan karyanya yang lain yang juga eksotis. Ia tak pernah menganggapnya
sebagai sesuatu yang lebih, ia merasa itu hanya sampah dari curahan hatinya yang
tak bernilai.
Setelah pagi menyambut, pintu
kamarnya perlahan-lahan terbuka, memunculkan sosok yang tak asing baginya. Lalu
pintu kamarnya terbuka dan mama masuk ke kamarnya Randa.Dan mama
berkata”Eh,anak ibu yang ganteng,yang baik,yang sholeh sudah pulang”mama
melihat Randa sambil tersenyum.”Tapi kenapa mukanya di tekuk?”Tanya mama sambil
senyam-senyum.”Randa tidak suka punya saudara kembar.”Kata Randa sambil
cemberut.”Tidak senang ?”.Tanya mama heran.”memangnya kenapa sayang?”Tanya
mama. Habis orang-orang sering membanding-bandingkan Randa dan Randi.Apalagi
banyak orang yang mengira kalau Randa itu Randi,si juara kelas ,Ujar Randa.
Jangan dipikirkan anakku”,yang penting mama dan papa tidak
membanding-bandingkan kalian berdua.”Kata mama dengan nada lembut.”Tapi
ma,kenapa Randi mempunyai banyak kelebihan,sedangkan Randa……..?”kata Randa
sambil menangis pilu.”Randa dengarkan mama,tiap orang memiliki kekurangan dan
kelebihan.”kata mama sambil memeluk randa.
Walaupun sudah di hibur mama,randa tetap
saja masih kesal dan marah pada randa.sekarang kalau berangkat atu pulang
sekolah ia berjalan di depan atau di belakang randi.”randa kenapa sih tidak mau
jalan sama-sama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar