hujan salju

Kamis, 07 November 2013



cinta ababil

“selamat pagi dunia!”  ucapnya saat terbangun dari tidurnya.
Melihat cahaya matahari dari celah-celah atap rumah yang berlubang menghangatkan sekujur tubuhnya. Panggillah ia Inay, cewek yang selalu serba sibuk tanpa juntrungan yang jelas. Sekarang adalah hari pertamanya sekolah di SMAN 3 PROBOLINGGO. Sekarang ia akan menjalani hidup barunya di sekolah yang baru juga, sekolah yang indah, sejuk, dan asri. Cukup nyaman untuk tempat menimbah berbagai ilmu. Ia bergegas untuk siap-siap pergi ke sekolah barunya. Ia sangat menanti saat-saat ini. Inilah momen yang paling ia tunggu-tunggu.
Saat ia tiba di sekolah barunya, ia tak mengenal siapapun dan tak ada yang bisa ia ajak untuk bicara. Mereka semua begitu asing untuk dirinya. Hanya bertemankan dedaunan dan pohon-pohon rindang. Ia duduk sendiri di dekat pintu gerbang utama. Tiba-tiba seorang pria menyapanya.” Hai, dari SMP mana”
“hah ? aku dari SMP 1 WONOMERTO.” Ucapnya setengah gugup.
“oh, sendirian tah ?” tanyanya lagi. Inay hanya bias membalas dengan anggukan.
Ditengah-tengah keramain, mereka hanyut dalam kebisuan. Tak ada topic yang mereka bicarakan lagi. Tiba-tiba lelaki tersebut berpamitan untuk pergi,” hai, aku pergi dulu ya,,, aku pesan jangan sering-sering sendirian, nanti kesurupan loch,,,,”ujarnya  sambil melempar senyum.
“hmmm ia.” jawabnya singkat dan  kini ia kembali lagi sendiri tanpa teman.
Saat bel berbunyi yang sekaligus menandakan semua siswa baru untuk melaksanakan upacara pembukaan MOS. Inay sengaja berbaris paling depan, karena ia memang terbiasa berada di depan saat upacara dimanapun. Saat upacara berlansung, pandangannya kemana-mana, ia seperti mencari-cari seseorang. Setelah beberapa lama ia mencari, akhirnya sosok yang ia cari akhirnya ketemu juga. Sosok yang terlihat tampan dan putih. Tapi sayang, sekarang sosok itu terasa jauh darinya. Ia sangat menyadari bahwa kenyataannya sekarang mereka tidak sekelas. Dan itu artinya, peluang mereka berbicara seperti tadi pagi sangatlah kecil.
Beberapa hari berada di sekolah dan kelas yang baru, akhirnya Inay mulai mendapatkan  beberapa teman. Meski teman yang ia harapkan tidak mungkin ia dapatkan. Sampai detik ini ia masih mengharapkan kedatangan lelaki itu. Lelaki yang belum sempat ia ajak kenalan, lelaki itu juga yang menemaninya saat ia ditengah-tengah keramaian. Tanpa ia sadari bahwa sekarang, dirinya kini telah jatuh cinta pada lelaki tersebut.
Setelah beberapa hari, ia mulai ingin menyibukkan hari-harinya dengan segala aktivitas yang bisa menyita waktunya, berharap bisa melupakan sosok lelaki yang kini mulai memenuhi hatinya itu.
Suatu hari tanpa ia sadari, ia bertemu dengan lelaki itu tadi.
“ hai cewek, kamu yang dulu dari SMP WONOMERTO itu kan ?” sapanya yang mengagetkan Inay
Inay haya bisa tersenyum dan tersipu malu. “ gimana kabarnya? Lama gak kelihatan!” ucapnya lagi.
“i…iya.” Jawab Inay gugup.
Inay lansung pergi dan meninggalkan lelaki itu. Saat di tengah jalan, ia menyadari kebodohannya lagi, ia lupa berkenalan dengan lelaki itu. Kejadian tadi itu seperti mimpi yang datang kedua kalinya. Hingga sekarang ia hanya bisa berharap mimpi itu terulang dan bekelanjutan dengan indah. Rasa itu telah menempel layaknya lem yang susah untuk dilepaskan. Lelaki itu seakan telah menghipnotisnya, ia seakan tak bisa berontak dan melawan.
Sejak ia mengetahui kelas lelaki tersebut, ia terlihat sering sekali berjalan di depan kelas lelaki itu. Dan pada suatu hari yang, ia melihat lelaki itu sedang bersama dengan seorang wanita. Apakah wanita itu kekasihnya ya ? kalaupun ia, mengapa hati ini seperti tak percaya. Ucapnya dalam hati.
Kini hatinya benar-benar sangat remuk. Separuh hatinya telah hancur terbawa oleh kenyataan yang pahit itu. Harapan, cinta, semuanya lenyap seketika hanya dengan satu kenyataan. Cinta yang ia rasakan saat pertama bertemu, pertama menyapa hidupnya, kini telah sirna menyadari semua kenyataan yang harus ia terima. Ia hanya bias mengatakan perpisahan pada cintanya. Cinta ababil ( ABG labil )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar