
“selamat pagi dunia!” ucapnya saat terbangun dari tidurnya.
Melihat
cahaya matahari dari celah-celah atap rumah yang berlubang menghangatkan
sekujur tubuhnya. Panggillah ia Inay, cewek yang selalu serba sibuk tanpa
juntrungan yang jelas. Sekarang adalah hari pertamanya sekolah di SMAN 3
PROBOLINGGO. Sekarang ia akan menjalani hidup barunya di sekolah yang baru
juga, sekolah yang indah, sejuk, dan asri. Cukup nyaman untuk tempat menimbah
berbagai ilmu. Ia bergegas untuk siap-siap pergi ke sekolah barunya. Ia sangat
menanti saat-saat ini. Inilah momen yang paling ia tunggu-tunggu.
Saat ia
tiba di sekolah barunya, ia tak mengenal siapapun dan tak ada yang bisa ia ajak
untuk bicara. Mereka semua begitu asing untuk dirinya. Hanya bertemankan
dedaunan dan pohon-pohon rindang. Ia duduk sendiri di dekat pintu gerbang
utama. Tiba-tiba seorang pria menyapanya.” Hai, dari SMP mana”
“hah ? aku
dari SMP 1 WONOMERTO.” Ucapnya setengah gugup.
“oh,
sendirian tah ?” tanyanya lagi. Inay hanya bias membalas dengan anggukan.
Ditengah-tengah
keramain, mereka hanyut dalam kebisuan. Tak ada topic yang mereka bicarakan
lagi. Tiba-tiba lelaki tersebut berpamitan untuk pergi,” hai, aku pergi dulu
ya,,, aku pesan jangan sering-sering sendirian, nanti kesurupan
loch,,,,”ujarnya sambil melempar senyum.
“hmmm ia.” jawabnya singkat
dan kini ia kembali lagi sendiri tanpa
teman.
Saat
bel berbunyi yang sekaligus menandakan semua siswa baru untuk melaksanakan
upacara pembukaan MOS. Inay sengaja berbaris paling depan, karena ia memang
terbiasa berada di depan saat upacara dimanapun. Saat upacara berlansung,
pandangannya kemana-mana, ia seperti mencari-cari seseorang. Setelah beberapa
lama ia mencari, akhirnya sosok yang ia cari akhirnya ketemu juga. Sosok yang
terlihat tampan dan putih. Tapi sayang, sekarang sosok itu terasa jauh darinya.
Ia sangat menyadari bahwa kenyataannya sekarang mereka tidak sekelas. Dan itu
artinya, peluang mereka berbicara seperti tadi pagi sangatlah kecil.
Beberapa
hari berada di sekolah dan kelas yang baru, akhirnya Inay mulai
mendapatkan beberapa teman. Meski teman
yang ia harapkan tidak mungkin ia dapatkan. Sampai detik ini ia masih
mengharapkan kedatangan lelaki itu. Lelaki yang belum sempat ia ajak kenalan,
lelaki itu juga yang menemaninya saat ia ditengah-tengah keramaian. Tanpa ia
sadari bahwa sekarang, dirinya kini telah jatuh cinta pada lelaki tersebut.
Setelah
beberapa hari, ia mulai ingin menyibukkan hari-harinya dengan segala aktivitas
yang bisa menyita waktunya, berharap bisa melupakan sosok lelaki yang kini mulai
memenuhi hatinya itu.
Suatu
hari tanpa ia sadari, ia bertemu dengan lelaki itu tadi.
“ hai
cewek, kamu yang dulu dari SMP WONOMERTO itu kan ?” sapanya yang mengagetkan Inay
Inay
haya bisa tersenyum dan tersipu malu. “ gimana kabarnya? Lama gak kelihatan!”
ucapnya lagi.
“i…iya.”
Jawab Inay gugup.
Inay
lansung pergi dan meninggalkan lelaki itu. Saat di tengah jalan, ia menyadari
kebodohannya lagi, ia lupa berkenalan dengan lelaki itu. Kejadian tadi itu
seperti mimpi yang datang kedua kalinya. Hingga sekarang ia hanya bisa berharap
mimpi itu terulang dan bekelanjutan dengan indah. Rasa itu telah menempel
layaknya lem yang susah untuk dilepaskan. Lelaki itu seakan telah
menghipnotisnya, ia seakan tak bisa berontak dan melawan.
Sejak
ia mengetahui kelas lelaki tersebut, ia terlihat sering sekali berjalan di
depan kelas lelaki itu. Dan pada suatu hari yang, ia melihat lelaki itu sedang
bersama dengan seorang wanita. Apakah
wanita itu kekasihnya ya ? kalaupun ia, mengapa hati ini seperti tak percaya. Ucapnya
dalam hati.
Kini
hatinya benar-benar sangat remuk. Separuh hatinya telah hancur terbawa oleh
kenyataan yang pahit itu. Harapan, cinta, semuanya lenyap seketika hanya dengan
satu kenyataan. Cinta yang ia rasakan saat pertama bertemu, pertama menyapa hidupnya,
kini telah sirna menyadari semua kenyataan yang harus ia terima. Ia hanya bias mengatakan perpisahan pada cintanya.
Cinta ababil ( ABG labil )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar